IHT Penyusunan RPP dan Pembelajaran Inkuiri Kolaboratif Pembelajaran Mendalam SMAN 1 Belitang Hilir ( 9-10 Desember 2025)

SMA Negeri 1 Belitang Hilir megadakan IHT Penyusunan RPP dan Pembelajaran Inkuiri Kolaboratif Pembelajaran Mendalam SMAN 1 Belitang Hilir. IHT Kali ini Panitia Bapak Kepala Sekolah P. Kusnianar, S.Pd, mengundang Narasumber Yaitu Bapak Olenggius Jiran Dores, M.Pd Selaku Dosen STKIP Persada Sintang. Kegiatan di laksanakan selama dua hari yakni tanggal 9-10 desember 2025. Dalam materi beliau menyampaikan materi tentang Penyusunan RPP dan Pembelajaran Inkuiri Kolaboratif Pembelajaran Mendalam.Pada saat pembukaan kegiatan ini di hadiri oleh pengawas SMA/SMK Provinsi Kalimantan Barat Ibu Maria Ema Kulata, S.Pd dan Ketua Komite SMAN 1 Belitang Hilir bapak Mursidi.
Inkuiri Kolaboratif adalah pendekatan pembelajaran reflektif berbasis data di mana guru bekerja sama dalam tim untuk mengidentifikasi tantangan, merancang strategi pembelajaran, dan menganalisis hasil untuk meningkatkan kualitas pengajaran serta profesionalisme mereka, yang juga melibatkan siswa dalam proses penyelidikan dan penemuan pengetahuan secara bersama-sama. Ini bukan hanya tentang hasil belajar siswa, tetapi juga pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru melalui budaya bertanya, berbagi, dan perbaikan terus-menerus dalam lingkungan yang mendukung, seringkali mengikuti siklus identifikasi-desain-implementasi-refleksi.
-
Pembelajaran deep learning mendorong siswa untuk memahami konsep secara menyeluruh, bukan hanya menghafal fakta-fakta.
Secara umum, pembelajaran deep learning dapat dianggap sebagai pendekatan yang berlawanan dengan pembelajaran permukaan (surface learning), yang cenderung menekankan pada menghafal materi tanpa pemahaman yang mendalam.
Sebagai contoh, dalam pelajaran sains, seorang siswa yang menerapkan pembelajaran deep learning mungkin tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami bagaimana rumus tersebut diturunkan, bagaimana penerapannya dalam berbagai situasi, dan mengapa rumus tersebut penting.
Ada 3 elemen utama dalam pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) di pendidikan, yaitu Meaningful Learning (Bermakna), Mindful Learning (Berkesadaran), dan Joyful Learning (Menggembirakan), yang bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan relevan dengan kehidupan siswa melalui keterlibatan aktif dan pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar menghafal.
Tiga Elemen Utama Deep Learning:
-
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna):
- Guru membantu siswa mengaitkan materi baru dengan pengetahuan yang sudah ada.
- Tujuannya agar siswa memahami relevansi materi dengan kehidupan nyata dan mampu mengaplikasikannya.
-
Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran):
- Siswa menjadi agen aktif yang sadar dan meregulasi diri dalam belajar.
- Melibatkan kesadaran penuh terhadap tujuan, proses, dan strategi belajar untuk mengembangkan kompetensi secara sadar.
-
Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan):
- Menciptakan suasana belajar yang positif, menantang, dan menyenangkan.
- Motivasi intrinsik siswa meningkat, membuat mereka lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
Penerapan:
Pendekatan ini diterapkan melalui berbagai model pembelajaran (seperti Project-Based Learning, Problem-Based Learning) dan melibatkan pengembangan karakter melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga, untuk membentuk lulusan yang kritis, adaptif, dan berkarakter kuat.



Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini